Tokek

Ketika mendengar nama tokek, satu hal yang mungkin terbesit di pikiran banyak orang adalah hewan yang menjijikkan dan memiliki tubuh yang mengerikan. Hewan yang sejenis dengan cicak namun memiliki ukuran yang jauh lebih besar ini nyatanya juga memiliki populasi yang cukup banyak.

Kerap kali di siang atau sore hari mendengarkan suaranya yang terbilang cukup keras dan nyaring. Bahkan tak jarang orang yang menghitung jumlah suara yang dikeluarkan oleh tokek karena mitos yang berkembang.

Tokek

Namun di balik semua kengerian yang diberikan oleh hewan yang satu ini, tokek masih memiliki beberapa manfaat. Terlebih dalam bidang kesehatan. Beberapa orang kerap mencari tokek karena dipercaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit yang tidak dimiliki oleh bahan atau hewan lain.

Berbicara mengenai tokek yang menjadi salah satu hewan yang tak asing bagi masyarakat Indonesia, tentu kita juga harus mempelajarinya meski secara singkat dan dengan rasa takut atau jijik. Secara ilmiah, seekor tokek tergolong dalam kategori reptil dengan genus gekko dan famili gekkonidae.

10 Jenis Gecko Beserta Harganya

Jenis hewan dari kawanan kadal ini memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar dari cicak. Jika dilihat sekilas bentuk tubuhnya hampir mirip. Namun untuk ukurannya tentu terlihat jelas perbedaannya. Ukuran tubuh tokek kecil serupa dengan ukuran kadal.

Namun semakin dewasa, ukuran tokek dapat bertambah besar. Secara rata-rata, ukuran tokek berkisar pada angka 34 cm. Kurang yang terbilang cukup besar untuk seekor reptil (di luar buaya, komodo, dan sejenisnya).

Dari total panjangnya Jang mencapai 34 cm, diketahui bahwa setengah dari panjang tubuhnya merupakan bagian dari ekor. Untuk warna dari tokek pun beragam. Namun kebanyakan tokek memiliki warna dasar pada tubuhnya abu-abu kecoklatan.

Tak jarang tokek memiliki warna tubuh hijau. Mungkin juga berwarna putih atau warna yang sedikit cerah lainnya dengan bintik kemerahan atau putih.

Sama halnya seperti cicak yang mampu menempel di atap atau di dinding, tokek juga dapat berjalan menempel di dinding maupun bagian lainnya. Untuk mendukung langkahnya di area vertikal, tokek memiliki selaput perekat yang terdapat pada kakinya.

Bantalan pelekat ini kerap disebut dengan scansor. Bantalan ini tentunya berguna untuk menahan tubuh tokek agar tidak mudah terjatuh ketika sedang memanjat.

Dari beberapa pernyataan yang telah disampaikan mungkin bisa sedikit membantu kita dalam mengidentifikasi ciri-ciri dari tokek. Namun di samping beberapa hal yang telah disebutkan sebelumnya, masih ada ciri lain yang melekat dalam diri tokek. Ini dia ulasan singkatnya untuk Anda.

Ciri Ciri Tokek

Ciri Ciri Tokek

Secara morfologi

Tokek memiliki ciri khusus yang terdapat pada wajah atau kepalanya, yaitu pada bagian matanya. Mata tokek memiliki keistimewaan jika dibandingkan dengan hewan lain. Tokek memiliki iris vertikal yang berwarna kuning terang. Ukuran matanya pun terbilang cukup besar untuk ukuran wajah yang kecil.

Jika dilihat secara morfologis, dari tubuhnya tokek terlihat mirip dengan cicak. Memiliki tubuh yang pendek, gemuk, dan juga lebar. Untuk ukuran tubuh tokek yang biasa kita jumpai biasanya berkisar antara 17 cm hingga 24 cm.

Sedangkan untuk beberapa jenis tokek yang lebih sering terkena sinar matahari atau berada di tempat terik biasanya memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar. Bahkan bisa berukuran lebih dari 34 cm.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa seekor tokek memiliki empat kaki yang dilengkapi oleh bantalan khusus yang berfungsi sebagai pengaman bagi tubuhnya ketika sedang merayap.

Setiap kakinya memiliki jari berjumlah lima. Sedangkan untuk ekor tokek seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa ekor ini memiliki panjang hingga setengah dari tubuhnya.

Namun terkadang ekor tokek mampu berfungsi sebagai pelindung bagi bagian tubuhnya ketika terjatuh. Ekor tokek mampu melakukan manuver atau menjadi penyeimbang tubuh agar saat terjatuh bagian perutnya tetap berada di bawah.

Selain membicarakan mengenai ciri-ciri dari tokek, rasanya kurang lengkap jika tidak membicarakan mengenai habitat dan makanan yang biasa dikonsumsi oleh tokek hingga dia kerap berada di lingkungan rumah. Apakah habitat dan makanannya sama dengan cicak? Mari kita bahas bersama.

Habitat Tokek dan Kehidupannya

Habitat Tokek

Berdasarkan penelitian yang ada, dijelaskan bahwa tokek nyatanya dapat hidup di berbagai kondisi lingkungan. Meski terkadang ukuran tokek yang tinggal di iklim selain tropis maupun subtropis memiliki ukuran yang jauh lebih kecil.

Selain itu, beberapa aktivitasnya yang kerap kali dilakukan di malam hari (nokturnal) membuatnya jarang terlihat oleh mata manusia. Tokek jauh lebih senang hidup di pepohonan maupun bebatuan. Namun tak jarang tokek berada di lingkungan rumah kita.

Untuk makanan dari hewan yang tergolong dalam jenis reptil ini tergolong beragam. Namun kebanyakan dari tokek memangsa serangga untuk dijadikan sumber pangannya. Misalnya seperti jangkrik, belalang, atau nyamuk. Tak hanya itu, seekor tokek juga bisa menjadikan kodok atau kadal sebagai mangsanya.

Dari beberapa penjelasan yang telah disampaikan sebelumnya, mungkin banyak pertanyaan yang muncul mengenai manfaat sebenarnya dari daging tokek dan mengapa harga yang ditawarkan untuk seekor tokek terbilang cukup tinggi.

Manfaat Tokek

Manfaat Tokek

Mungkin sebelumnya kita hanya memandang sebelah mata mengenai keberadaan dari tokek. Terlebih hewan yang satu ini memiliki tubuh yang besar dan mengerikan. Namun nyatanya di balik mengerikannya hewan yang satu ini, terdapat manfaat yang dapat diperoleh.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di China, menyebutkan bahwa tokek mempunyai sebuah kandungan yang mampu menyembuhkan penyakit HIV dan AIDS. Meski belum ada pernyataan resmi oleh WHO mengenai kebenaran dari penelitian ini, namun nama tokek sudah melambung tinggi.

Bagi Kesehatan

Tak hanya itu, berdasarkan penelitian lain yang telah dilakukan, tokek dipercaya mampu mengobati asma, mengobati penyakit kulit, dan mampu menambahkan stamina. Daging tokek pun dinyatakan mampu menambah kekebalan tubuh dan menghancurkan sel-sel tumor.

Lantas mengapa seekor tokek diberi harga yang cukup mahal bahkan dapat dikatakan cukup fantastis? Mahalnya harga tokek tentu saja berkaitan dengan adanya informasi mengenai manfaat tokek bagi kesehatan. Mulai dari daging hingga bagian terdalam tokek dipercaya memiliki kandungan yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh manusia.

HIV dan AIDS

Bagian lidah tokek berkhasiat dalam penyembuhan HIV dan AIDS. Tak hanya itu, bagian empedu dari tokek berkhasiat dalam penyembuhan dan penangkal tubuh dari sel tumor karena empedu tokek dipercaya memiliki kandungan senyawa anti-tumor dan kanker yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Sakit Kulit

Sedangkan pada bagian dagingnya dapat berfungsi sebagai penyembuhan ketika rasa gatal mulai melanda.

Harga Tokek

Lantas berapa harga yang ditaksir untuk seekor tokek (baik kecil hingga dewasa)? Untuk tokek kecil dengan berat sekitar 1 ons biasanya diberi harga sekitar 100 ribuan. Tokek dengan berat 1,5 ons diberi harga 200 ribuan.

Tokek dengan berat 2 ons dapat memiliki harga mulai dari 500 ribu hingga kisaran 2 juta rupiah. Untuk ukuran yang lebih besar lagi, harganya pun semakin meningkat. Untuk tokek dengan berat 3 ons harganya telah mencapai 30 juta hingga 100 juta. Jika lebih besar lagi, harganya bisa mencapai 800 juta hingga milyaran.

Baca juga mengenai Ciri Ciri Gecko Dan Cara Merawat

Itu dia beberapa informasi mengenai tokek besarnya manfaat dan harganya yang perlu Anda ketahui. Jika Anda tertarik untuk menjual tokek karena jumlahnya yang berlimpah di lingkungan rumah, mungkin ini kesempatan untuk Anda.

Namun Anda pun bisa memanfaatkannya sendiri untuk menjaga kesehatan tubuh. Semoga informasinya bermanfaat.